Minggu, 16 Desember 2012


LAPORAN JURNAL FARFIS



Judul                : Penetapan rotasi jenis zat dengan menggunakan polarimeter
Hari, tanggal     :
Tujuan :
-          Menentukan rotasi jenis zat dengan menggunakan polarimeter
-          Menggunakan alat-alat penentu rotasi jenis zat
-          Menerangkan faktor-faktor yang mempengaruhi rotasi jenis zat

DASAR TEORI :
Polarisasi adalah proses dimana getaran-getaran suatu gerak gelombang dibatasi menurut pola tertentu. Seberkas sinar alami dapat diubah menjadi sinar terpolarisasi dengan jalan :
-          Pemantulan
-          Pemantulan pembiasaan
-          Pembiasaan ganda
-          Obsorpsi selektif
Peristiwa difraksi dan interfrensi cahaya membuktikan bahwa pada hakekatnya adalah gelombang. Ditinjau dari cara merambatnya dengan arah getaran, maka gelombang terbagi atas dua macam yaitu gelombang transversal dan gelombang longitudinal.
            Zat optik aktif adalah zat-zat yang dapat memutar bidang polarisasi cahaya, yaitu zat-zat yang molekul-molekulnya mempunyai pusat asimetris dan kurang simetris disekitar bidang tunggal. Gejala  pemutaranbidang polirasasi disebut aktivitas optik.
            Polarimeter ialah alat untuk mengukur besarnya pemutaran (rotasi ) bidang polarisasi larutan larutan zat optik aktif.
            Beberapa senyawa organik seperti alkaloid, antibiotika, gula, dan komponen minyak atsiri mempunyai sifat memutar bidang polarisasi sinar terpolarisasi yang melewati senyawa yang memutar bidang polarisasi kearah kanan( searah dengan perputaran jarum jam) dinamakan pemutar kanan. Yang memutar kiri disebut pemutar kiri. Biasanya didepan nama senyawa tersebut diberi tanda dengan tanda + atau d  (dexrorotatory) untuk pemutar kanan, dan atau L (Levororatory) untuk pemutar kiri. Suatu senyawa dapat sekalligus menjadi pemutar kanan dan kiri dinamakan zat rasemi 
            Polarimeter merupakan suatu alat yang tersusun atas polarisator dan analisator. Polarimeter adalah polaroid yang dapat mempolarisasi cahaya, sedangkan analisator adalah polaroid yang dapat menganalisa/mempolarisasikan cahaya. Peristiwa polarisasi merupakan suatu peristiwa penyearahan arah getar suatu gelombangmenjadi sama dengan arah getar polaroid dengan cara menyerap gelombang yang memiliki arah getar yang berbeda dan meneruskan gelombang deengan arah getar yang sama dengan polaroid. Polarimeter juga dapat digunakan untuk mengukur besar sudut putar jenis suatu larutan optik aktif.


Poralimeter adalah alat untuk mengukur besaran putaran bekas cahaya terpolarisasi oleh suatu zat optik aktif.
Zat yang bersifat optis aktif adalah zat yang memiliki struktur transparan dan tidak simetris sehingga mampu memutar bidang polarisasi radiasi. Materi yang bersifat optis aktif contohnya adalah kuarsa gula.
Skema kerja polarimeter
Adalah cahaya yang dinyalakan dan tabung sampel kosong. Prisma penganalisis diputar sehingga berkas cahaya yang terpolarisasi oleh prisma pemolarisasi benar-benar terhalangi dan bidang...

pandang menjadi gelap. Pada saat ini sumbu prisma dari prisma pemolarisasi dan prisma penganalisis tegak lurus satu dengan yang lainnya. Sekarang sampel di letakkan pada tabung sampel jika zat bersifat inaktif(tidak aktif), optis(optically in active) tidak ada perubahan yang terjadi. Bidang padang tetap gelaap akan tetapi, jika bersifat aktif optis (optical active) diletakkan pada tabung, zat memutar bidang polarisasi, dan sebagian cahaya akan melewati penganalisis ke arah pengama. Dengan memutar prisma penganalisis searah jarum jam atau berlawanan jarum jam, pengamat akan sekali lagi menghalangi cahaya dan mengembalikan medan yang gelap (Hart Harold E. Crame leslie 2003. Hal 170)
            polarisasi optik adalah salah satu sifat cahaya yakni jika cahaya itu bergerak beroscillasi dengan arah tertentu. Terjdi akibat peristiwa berikut :
1.      Polarisasi dapat diakibatkan oleh pemantulan brewster
2.      Polarisator karena penyerapan selektif
3.      Polarisasi karena pembiasaan ganda, terjadi pada hablur kolkspat(CaCo3)
Alat dan bahan :
1.      Bekker glass
2.      Labu ukur 100ml
3.      Botol semprot
4.      Pipet tetes
5.      Polarimeter
6.      Air
7.      Larutan gula 2%
8.      Larutan gula 5%
9.      Larutan gula 7%
Monografi sampel :
1.      Air (FI edisi III hal 96)
Nama resmi    : Aquadestillata
Nama lain       : air suling, H2O, aquadest
Pemerian        : cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak mempunyai rasa
Penyimpanan : dalam wadah tertutup baik


2.      Gula (FI edisi III hal 472)
Nama resmi : Saccharum Album
Nama lain    : suiker, gula susu
Pemerian : Hablur lepas, kering,tidak berbau, mengkilap/potongan hablur putih/serbuknya dengan rasa manis
Kelarutan   :
Kelarutan
150
250
Dalam air
1 dalam 0,5
1 dalam 0,47
Dalam spiritus encer
1 dalam 50
-
Dalam spiritus
1 dalam 100
-





Cara kerja :
1.      Kalibrasi alat
2.      Masukkan aquadest kedalam tabung, tempatkan tabung pada aalt, tutup. Kemudian hidupkan alat. Mengatur lampang panadang hingga sama terang dan skala yang ada berimpit pada angka 0.
3.      Penetapan rotasi optik sampel
-        Ganti air dengan dengan air sampel ,keringkan tabung dengan                            tissue, masukkan dalam alat den tutup.
-        Amati lampang pandang
-        Mengatur lampang pandang hingga sama terang seperti saat                               kalibrasi menggunakan kolom pengatur.
-        Amati dan catat angka yang ditujukkan skala.
-        Percobaan yang sama dilakukan terhadap 3 larutan
-        Tentukan rotasi optik dan rotasi jenis masing-masing larutan

Rumus :
[α] = 100 . α / I . C
 Keterangan :
[α] : rotasi jenis
Α : rotasi optik
I : Panjang larutan dalam tabung
C : konsentrasi larutan

Data percobaan
Hasil pengamatan
larutan
Rotasi  optik
Rotasi jenis
Larutan gula 2%
35,5
887,5
Larutan gula 5%
46,5
462
Larutan gula 7%
44,1
315

Perhitungan
1.      Larutan gula 2%
Dik : α= 35,5 , I = 20cm=2dm , C = 2
Dit : [α] ?
Penyelesaian :
[α] =  

2.      Larutan gula 5%
Dik : α = 46,2 , I = 20cm =  2dm , C = 5
Dit : [α] ?
Penyelesaian :
[α] =  
3. larutan gula 7%
 Dik : α = 44,1 , I = 20cm =  2dm , C = 7
Dit : [α] ?
Penyelesaian :
[α] =  
Pembahasan
Pada percobaan polarimeter, digunakan sampel yaitu Aquadest, larutan gula 2%, 5%, 7% , masing-masing sampel didapatkan nilai rotasi jenis yang berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh konsentrasi dan jenis larutan yang akan mempengaruhi sudut putar. Pada saat konsentrasi gula semakin tinggi, maka cahaya yang akan tertahan di analisator menjadi lebuih redup. Sehingga sudut putar jenisnya pun menjadi semakin  besar. Ini menandakan larutan gula dapat membelokkan arah getar cahaya.
            Praktikum ini menunjukkan perbandingan besar kecilnya sudut putar yang dibentuk oleh zat optis aktif. Selain itu juga, mengetahiu cara kerja polarimete. Prinsip kerja polarimeter adalah meneruskan sinar yang mempunyai arah getar yang sama dengan arah polarisator. Larutan gula yang merupakan larutan optis aktif berfungsi untuk membelokkan cahaya yang telah melalui polarisator. Untuk menentukan sinar yang telah dibelokkan oleh larutan gula, kita gunakan analisator yang sudutnya dapat diubah-ubah. Besarnya sudut yang yang ditujukan analaisator setelah menentukan sinar tersebut yang dinamakan sudut putar. Setiap larutan mempunyai sudut putar yang berbeda tergantung konsentrasi dan jenis larutannya.



Kesimpulan
Dari percobaan yang dilakukan, dapat disimpulkan
-          Larutan gula 2% memiliki rotasi jenis yang lebih besar suatu 887,5 dibandingkan larutan gula 5% yaitu 462 dan larutan gula 7% 44,1.
-          Nilai rotasi jenis dipengaruhi oleh rotasi optik dan konsentrasi larutan.

Daftar Pustaka
FI edisi III